Vanda Sarundajang Respons Keluhan Orang Tua Siswa Soal PIP

Penulis: Hendro Karundeng
Editor: Lefrando Gosal


ELEKTORAL.ID, Tomohon – Vanda Sarundajang, S.S., anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi Sepuluh X, gelar kunjungan kerja reses dan tampung aspirasi orang tua murid di Sekolah Dasar (SD) GMIM 8 Tomohon, Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Rabu (22/02/2023).

“Ini kan saya berkeliling ke sekolah-sekolah memang untuk menginventarisir masalah serta keluhan yang ada mengenai PIP (Program Indonesia Pintar),” ucap Sarundajang.

Dalam kegiatan ini personel Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPR RI ini beri respons keluhan orang tua murid mengenai PIP. Dari masalah bank, sampai pendataan ikut dibahas.

“Memang ini kan ditunjuk untuk pencairan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur, dan ada beberapa keluhan seperti banknya tutup, antriannya panjang dan bahkan ada yang dari subuh sudah mengantri. Memang keluhan itu juga secara nasional. Sudah kami inventarisir masalahnya dan sudah kami sampaikan ke Pak Menteri (Menteri Pendidikan). Pihak BRI dan Bank Nasional Indonesia (BNI) sudah dipanggil supaya disampaikan masalah ini dan dicarikan solusinya,” papar Sarundajang.

Ia juga mengatakan, orang tua harus proaktif soal ketentuan waktu yang diberikan saat pencairan dana PIP.

“Sebenarnya kan ini batas akhirnya sampai tanggal 31 Desember sudah selesai. Cuma karena banyak keluhan dari orang tua murid, kami suarakan ke Komisi X dan Pak Menteri sehingga diperpanjang sampai tanggal 15 Februari. Tapi masih banyak juga yang mengeluhkan, jadi sangat disayangkan. Saya harap orang tua bisa lebih proaktif dalam mempersiapkan serta melakukan pencairan PIP ini,” ulasnya.

Selain itu ia meluruskan masalah murid yang pindah serta yang sudah lulus sekolah, tapi masih terdaftar sebagai penerima.

“Ada juga masalah seperti murid yang pindah sekolah atau yang pas terdaftar masih kelas enam dan sudah lulus, jadi kan kelulusan di bulan Juni, Juli sedangkan data diambil dari bulan April, Mei. Pas setelah keluar Surat Keterangan (SK), sudah di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Biasanya guru di pihak sekolah kebingungan mau cari. Nah, jadi kami berharap agar orang tua, juga guru dan pihak sekolah ikut proaktif. Jika memang ada yang masih bisa dihubungi, ya dihubungi orang tuanya agar bisa ikut menerima manfaat. Karena PIP ini kan sangat membantu dan sangat dicari,” paparnya.

Dalam rasa peduli soal data siswa yang belum diaktifasi, Sarundajang mengatakan selalu kerahkan tim untuk turun ke sekolah dan lakukan pendataan ulang.

“Jadi saat ketika kami cek bahwa banyak data yang belum diaktifasi, kami selalu perintahkan tim turun lagi ke sekolah-sekolah untuk lakukan pendataan lagi. Nah, karena kami sudah proaktif saya minta pihak orang tua dan pihak sekolah juga seperti itu,” tegasnya.

Sarundajang berharap semua yang terlibat dalam PIP, baik orang tua murid dan pihak sekolah, selalu ikut proaktif agar bisa terus berjalan dengan baik.

“Jadi ke depannya saya berharap pihak sekolah dan orang tua murid bisa terus proaktif, karena menurut saya beasiswa PIP ini kan memang dibutuhkan. Jadi saya dan pemerintah berharap semua bisa terus terealisasi,” katanya.

Menurut Sarundajang, PIP ini juga merupakan tindak pencegahan naiknya angka putus sekolah.

“Selama ini pemerintah selalu menaruh perhatian terhadap angka putus sekolah. Tahun belakangan angka putus sekolah masih tinggi, jadi lewat PIP ini kami harap nantinya bisa jadi tindak pencegahan,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus berusaha agar angka serta kuota PIP bisa terus bertambah.

“Ke depannya saya dan tim akan terus berusaha yang sebaik-baiknya agar kuota serta angka PIP bisa terus bertambah,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini