Tidak Koperatif Saat Olah TKP, Ferdy Sambo Dibawa ke Mako Brimob

Elektoral.id, Jakarta – Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan penyidikan terbaru Inspektorat Khusus (Irsus) terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Adanya ketidakprofesionalan di dalam melakukan olah TKP pada malam hari ini dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan pengawasan pemeriksaan terhadap perbuatan Irjen FS,” kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Sabtu (7/8) malam.

Ia menyebut tim Irsus telah memeriksa 25 orang. Dari 25 orang ini empat sudah ditempatkan di tempat khusus untuk proses pembuktian perihal masalah TKP Duren Tiga.

Ia menjelaskan Irsus bekerja secara pro justitia yakni demi hukum, untuk hukum, atau undang-undang. “Dalam kasus ini, pro justitia memiliki makna bahwa setiap tindakan yang diambil aparat penegak hukum untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dedi, Ferdy Sambo langsung dijemput sejumlah anggota Brimob untuk dibawa ke Mako Brimob Kelapa 2, Depok. Kemudian, dilakukan sidang etik karena mereka tidak profesional dalam melaksanakan olah TKP.

“(Pemeriksaan di Mako Brimob) agar lebih independen, secara akuntabel dan prosesnya harus cepat. Kita lebih fokus ke timsusnya,” ia menuturkan.

Dedi pun menegaskan bentuk ketidakprofesionalan Irjen Ferdy Sambo dalam olah TKP yakni diduga tidak koperatif saat dimintai bukti CCTV di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan itu.

“Misalnya pengambilan CCTV dan lain sebagainya. Saya tidak mau menyampaikan terburu-buru, prosesnya harus hati-hati,” ia menambahkan. (Imo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here