Simulasi Pemilu di Lapas Salemba

Elektoral.id, Jakarta – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba Beni Hidayat beserta beserta jajaran yang ditunjuk menjadi ketua TPPS menghadiri kegiatan simulasi bersama ‘pencoblosan’ Pemilu 2024.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jelang pemilu 2024, baik aspek teknis maupun administratif telah terpenuhi dengan baik,” ujar Beni dalam rilis, Jumat 12 Januari 2024.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, Inspektur Wilayah III, Iwan Santoso, seluruh pimpinan tinggi pratama, Ka.UPT Pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Kumham DKI Jakarta.

“Lapas/Rutan/LPKA merupakan TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang bersifat khusus,” ia menambahkan.

Diketahui, jajaran Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta telah melaksanakan simulasi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 di TPS-TPS khusus lapas, rutan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chaldun menyampaikan, Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta saat ini telah melaksanakan simulasi pelaksanaan Pemilu 2024 di TPS lokasi khusus Lapas, Rutan dan LPKA. Dapat dilihat langsung persiapan Pemilu 2024 ini.

“Pelaksanaan simulasi di Lapas Salemba ini sama dengan di lapas, rutan lainnya dan LPKA di Jakarta. Saya harap simulasi pemilu kali ini menjadi acuan, netralitas, kapabilitas/kemampuan pada pelaksanaan pemilu di 14 Februari 2024,” kata Ibnu usai simulasi pemilu di Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

Kakanwil mengatakan, peran Satgas Netraliitas nantinya mereka akan memonitoring dan mengevaluasi usai simulasi pemilu ini dilakukan, termasuk di Lapas Perempuan.

“Jika ada pergeseran maka akan terbuka dan dijelaskan, tugas Satgas Netralitas ini juga untuk melihat alur mekanismenya,” ujar Ibnu.

Seperti diketahui, dari data yang dihimpun Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, sebanyak 14.762 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebar di 8 lapas, rutan dan LPKA di Jakarta.

Pada Pemilu 2024 dibutuhkan 58 Unit TPS untuk di lapas, rutan, dan LPKA. Namun Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta sudah menetapkan untuk 56 TPS, dengan rincian yaitu di Lapas Cipinang ada sebanyak 2.736 pemilih, disediakan 12 TPS, Lapas Salemba 1.925 pemilih, 7 TPS, Lapas Narkotika Jakarta 3.121 pemilih, 11 TPS, Lapas Perempuan Jakarta 283 pemilih, 1 TPS.

“Kenapa di Lapas Perempuan itu hanya ada 1 TPS? Karena di lokasi aman, ada aula dan lapangan,” tukasnya. (Imo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini