Sengketa Lahan di Bandung, BPN Ukur Ulang Pasca Segerombol Preman Usir Warga

Elektoral.id, Bandung – Kasus sengketa milik Hendra Yowargana di Jalan Jenderal Sudirman No.218, Kota Bandung, Jawa Barat masih berlanjut di kasus perdata juga ditempuh dalam perselisihan kepemilikan lahan atau rumah.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung melakukan sidang terbuka di rumah Tine Yowargana, putri dari Hendra pada Senin (22/11).

“Tadi ada sedikit pemeriksaan dari Pengadilan Tata Usaha,” kata Haji Bram Bani, kuasa hukum Tine Yowargana kepada wartawan, Selasa (23/11).

Dalam sidang terbuka itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) turut hadir melakukan pengukuran ulang. Pihak penggugat, tergugat, dan intervensi menyaksikan langsung pengukuran.

Selain perdata, Bram juga memperkarakan kasus dugaan pengeroyokan, pengrusakan rumah, dan kekerasan dalam sengketa tanah tersebut.

Menurutnya, dalam kasus pidana Tine melaporkan belasan orang yang melakukan aksi premanisme atas dugaan suruhan Lucky Sunarjo dan Lukas Gunawan. Bram mengatakan belasan orang itu diduga mengusir Marsinah, Ferra, dan anaknya.

“Dan di sini terkait juga ada dugaan tindak pidana Pasal 170, 406 dan 335 (KUHP). BPN juga hadir untuk menunjukkan batas-batas tanah ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bram mendesak Polda Jawa Barat menahan 16 orang yang sudah menjadi tersangka termasuk Lucky dan Lukas. “Kami kembali meminta Kepolisian terutama penyidik Polda Jabar agar menahan para tersangka. Ini demi tercapainya rasa keadilan klien kami dan rasa aman serta nyaman mereka,” ia menuturkan.

“Kami berharap Kapolda Jabar Bapak Irjen Suntana hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian terhadap kasus ini,” ia menambahkan.

Selain Polda Jabar, Tine mengadukan permasalahan ini ke Komnas HAM, Komnas Anak, Bareskrim dan Divisi Propam Polri karena diduga ada pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap anak. Pihak pelapor menduga adanya ‘permainan’ oknum penyidik dalam kasus ini, yang mengakibatkan para tersangka tak ditahan.(imo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini