SBANL: Ekosistem di Kawasan Sumber Daya Alam Hayati Benar-Benar Harus di Berdayakan

Penulis: Hendro Manongko


ELEKTORAL.ID, Tomohon – Anggota Komite II DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP menghadiri pertemuan dengan Dinas Kehutanan Sulut, BKSDA Sulut, Balai Penegakan Hukum LHK Sulawesi, Balai Taman Nasional Bunaken, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Bolmong, Forum Komunikasi Pencinta Alam dan Perguruam Tinggi terangkat dalam pertemuan Anggota terkait Pengawasan Pelaksanaan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara di Tikala Manado, Senin (27/09/2021).

Pada kesempapatan ini Senator SBANL alias Stefa sapaan Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Utara tersebut menyampaikan, bahwa masyarakat yang ada berada dan atau di sekitar kawasan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya harus benar-benar diberdayakan.

Menurut Senator SBANL Pemberdayaannya dapat dilakukan diantaranya melalui penyuluhan, peningkatan usaha ekonomi produktif dan kegiatan positif lainnya.

Apa lagi pemberdayaan masyarakat atau kelompok masyarakat menjadi penting dan strategis dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya ungkap Senator SBANL.

“Karena disadari banyak satwa yang masuk kategori dilindungi hampir punah dan terancam akibat kerusakan habitat dan dieksploitasi tanpa diperhitungkan kelestariannya tuturnya.

Senator SBANL mengakui pengelolaan dan perlindungan atas sumber daya alam hayati dan ekosistimnya di Indonesia sering terbentur dengan keterbatasan atau belum optimalnya pendanaan, sehingga banyak fenomena di daerah tempat-tempat konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistimnya tidak terawat dengan baik pungkasnya.

Hadir sekaligus memberikan masukan sekitar permasalahan, tantangan, usulan dan program/kegiatan, diantaranya Franky Watulingas dari Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut, Kepala BKSDA Sulut Askhari, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Warta Bone Supriyanto, Nicolas Balai Taman Nasional Bunaken, William Tengker Balai Penegakan Hukum LHK Sulawesi, Akademisi Unsrat Manado Caroline Dea Tasirin dan Sekretaris Umum Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Sulut Alexander Daud.

Pertemuan yang berlangsung sekira 3 jam ini berlangsung dengan mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini