Respons Warning Bawaslu, KPU Tomohon Seriusi Data Pemilih

Penulis: Rikson Karundeng


ELEKTORAL. ID, Tomohon – Catatan kritis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tentang kerawanan pemutakhiran data pemilih, direspons positif Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon, Arinny Y. Poli.

“Terima kasih imbauan yang disampaikan Ketua Bawaslu Tomohon. Kami merespons dengan baik hal itu. Sebelum tahapan pemutakhiran data pemilih, Bawaslu sudah mewarning. Tentunya itu akan menjadi perhatian khusus bagi kami,” kata Poli, Selasa (21/05/2024).

Sebagai langkah antisipatif, KPU Kota Tomohon juga akan melakukan perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) secara ketat.

“Untuk mendatang, perekrutan Pantarlih akan lebih selektif. Itu yang pertama. Kedua kita akan bekali dengan bimtek (bimbingan teknis) yang memadai. Bukan hanya tentang pengetahuan kepemiluan, tentang bagaimana cara, tapi akan dibekali dengan bimtek teknis. Bagaimana mereka mau menjalankan proses pencoklitan (pencocokan dan penelitian),” tutur Poli sembari menjelaskan jika dalam Pemilihan kali ini juga akan ada 2 petugas Pantarlih setiap TPS.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga akan didorong untuk membackup petugas coklit, demi memaksimalkan proses pemutakhiran data pemilih.

“Satu yang saya mau tegaskan ke PPS yang terpilih, untuk melakukan monitoring setiap hari. Kalau lalu hanya Pantarlih yang turun, sekarang dengan PPS. Semua potensi harus dimaksimalkan” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Ketua Bawaslu Kota Tomohon, Stenly Jerry Kowaas, memperingatkan (KPU Kota Tomohon agar berhati-hati dalam proses pemutakhiran data pemilih. Sebab, menurutnya berdasarkan pengalaman, data pemilih selalu menjadi persoalan.

“Kita kan prinsipnya mengawasi setiap tahapan. Cuma memang KPU perlu sangat hati-hati dalam pemutakhiran data pemilih, karena pemutakhiran data pemilih itu selalu jadi permasalahan dan sangat sensitif,” kata Kowaas, Senin (20/05/2024).

Ia pun meminta agar KPU Kota Tomohon bisa memperkuat betul petugas Pantarlih.

“Makanya kita juga nanti akan sampaikan himbauan ke KPU, bahwa dalam penentuan Pantarlih, petugas pemutakhiran data pemilih, mereka pelu memberikan Bimtek yang baik dan efektif. Supaya Pantarlih ini memang betul-betul melaksanakan tugas sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Pantarlih tidak cermat dipastikan bisa memicu persoalan besar.

“Karena sumber permasalahan selalu dari situ, Pantarlih yang kurang cermat melakukan pemutakhiran data Pemilu. Dulu kan ada kebiasaan-kebiasaan Pantarlih itu kadang-kadang sudah tidak berjalan secara keseluruhan. Hanya kira-kira dari rumahnya, ia mengira-ngira apakah pemilih ini masih hidup,” ungkap Kowaas.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini