Pindah Sekolah, 4 Siswa SD Negeri 2 Tomohon Belum Terima PIP

Penulis: Hendro Karundeng
Editor: Lefrando Gosal


ELEKTORAL.ID, Tomohon – Proses penerimaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Negeri 2 Tomohon, hadapi kendala siswa yang pindah sekolah. Hal ini disampaikan langsung Mayke Porong, S.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tomohon.

“Untuk keseluruhan sebenarnya lancar. Cuma ada empat siswa belum menerima PIP, karena sudah pindah sekolah,” kata Porong, Selasa (21/02/2023).

Ia mengungkapkan, menurut pantauan sekolah, ada dana dari empat siswa belum diambil.

“Untuk surat pernyataan kan hanya dikeluarkan kami sekolah asal, dan surat sudah dibuat dan sudah dikirim ke orang tua yang penerima. Penerimaan ini kan bisa dilakukan di seluruh Indonesia, di semua bank BRI. Cuma sejauh ini kami lihat belum diambil, karena datanya kan online jadi bisa kami pantau. Dan sampai sekarang belum diambil,” ujarnya.

Porong menjelaskan, pihak sekolah telah menghubungi orang tua murid yang bersangkutan untuk mengambil surat keterangan, namun sampai sekarang belum diambil.

“Orang tua sudah kami hubungi, tapi ada beberapa yang sudah ganti nomor handphone. Yang masih bisa kami hubungi, kami minta untuk datang ke sini untuk mengambil surat keterangan untuk menjelaskan saat adanya PIP itu, siswa itu benar pernah bersekolah di sini. Cuma sampai saat ini belum ada yang datang,” jelasnya.

“Dana itu bisa diambil siswa langsung. Karena sekarang kan harus anak yang bersangkutan yang mengambil, sekolah tidak bisa,” sambungnya.

Porong juga mengatakan, sempat temukan kendala lain terkait nama siswa, tapi sudah diselesaikan pihak sekolah.

“Untuk kendala tidak ada. Baik dari sekolah maupun bank. Cuma untuk proses, kendalanya paling di salah penulisan nama. Hanya kami tetap mengeluarkan surat keterangan yang mana nama itu benar siswa yang bersangkutan,” ujarnya.

Porong pun mengeluhkan kelalaian orang tua murid soal laporan usai penerimaan.

“Seharusnya kan sehabis penerimaan, orang tua harus memberikan laporan ke sekolah yang mana sudah menerima. Malah seharusnya orang tua foto bukti buku tabungan jika sudah menerima. Tapi yang kami lihat dan alami, semua setelah menerima tidak ada lagi yang menginfokan,” jelasnya.

“Padahal bukti itu yang akan kami kirimkan ke dinas (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon) kalau sudah sampai begini yang menerima. Karena dari kementerian kan, kalau dananya tidak diambil, dinas yang kena. Karena jika itu tidak diambil, menurut pemerintah itu akan dikembalikan ke kas negara,” lanjutnya.

Untuk pendaftaran PIP sendiri, Porong menjelaskan pihak sekolah menilai dari data penghasilan tiap orang tua murid.

“Untuk proses penentuan, kami kan di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) itu ada waktu pendaftaran, karena di kami ada yang namanya formulir pendaftaran peserta didik. Nah, di situ kan tercantum pekerjaan orang tua, pendapatan orang tua. Dari situ kami bisa memilih siswa yang orang tuanya memiliki perekonomian menengah ke bawah, jadi kami prioritaskan,” ulasnya.

Menurut evaluasi sekolah, Porong mengatakan semua lancar. Apalagi ada kemudahan dari pemerintah.

“Selama ini semua lancar, cuma orang tua saja beberapa yang lalai. Kalau dari pemerintah semua baik. Banyak sekali kemudahan yang kami dapat dari pemerintah,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini