Pakar Telematika Duga Ada Akun Lain Pengancam Anies Baswedan

Jakarta – Pakar Telematika Roy Suryo mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang berhasil menangkap pemilik akun TikTok @calonistri71600 berinisial AWK yang mengunggah cuitan bernada ancaman menembak Capres 01 Anies Baswedan.

“Bagus. Ini komentar singkat saya atas GerCep-nya Petugas Kepolisian (gabungan Bareskrim & Polda Jatim) mengamankan AWK usia 23th di Jember / Pasuruan hari Sabtu, 13/01/24 sekitar pukul 09.00 pagi tadi,” kata Roy dalam pesan singkat kepada wartawan, tadi malam.

Ia mengungkapkan pelaku saat itu menuliskan pesan bernada ancaman saat Live Tiktok berlangsung beberapa waktu lalu. “Di mana intinya menanyakan berapa tahun ancaman jika menembak salah satu Capres ?” katanya.

Alhasil pasca cuitan kontroversi itu tersebar, akun tersebut banjir pengikut dan komentar. Terakhir akun tersebut memiliki sekitar 301 pengikut dan di disukai oleh 367 akun TikTok.

Meski begitu, mantan menteri pemuda dan olahraga itu meminta aparat tidak cepat-cepat menyimpulkan bahwa pelaku AWK tidak berafiliasi dengan Paslon tertentu.

“Sebagaimana buru-buru disampaikan pasca penangkapannya, karena harus melakukan Profiling dengan detail terlebih dahulu, apalagi dalam Profil AWK tersebut jelas-jelas menggunakan foto salah satu Capres dan menggunakan kalimat ” *berjuang untuk Pr*b*w* ✌🏼* ” di username nya?” Roy menandaskan.

Menurutnya aksi pengancaman tersebut bukan hanya sekali terjadi melainkan diduga ada lebih dari satu pelaku. “Karena selain yang di Jember/Pasuruan ini sebenarnya terdeteksi Akun lain di daerah Sangatta Kaltim, yang memiliki username @rifanariansyah alias Rifan Ariansyah dgn kalimat serupa.” tulis Roy dalam pesan WA-nya.

Mantan politisi Partai Demokrat itu menyebut akun @rifanariansyah memiliki 1503 pengikut dan sudah melakukan 27 postingan. Roy pun mempertanyakan apakah kedua akun tersebut memiliki keterkaitan?

“Ataukah mereka sama-sama juga memiliki pandangan politik minimal simpatisan kepada Capres atau Paslon tertentu? Ini yang harus diprofiling dengan cermat, jangan buru-buru dinegasikan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan dengan salah satu paslon, lebih baik cermat daripada cepat tapi tidak tepat,” tulisnya.

Meski Roy mengapresiasi tindakan Polri dalam hal tersebut, namun ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja lebih profesional dalam menerima laporan dari masyarakat.

“kalau sekedar kasus-kasus yang hanya dilaporkan oleh para ‘Tukang Lapor’ seperti kasus Aiman Witjaksono dan kasus saya sendiri, sebagaimana release Koalisi Masyarakat Sipil tempo hari, memang sebaiknya aparat lebih cerdas menyikapinya karena hal tersebut jelas-jelas sangat politis dan tidak bermutu,” ia menambahkan. (Imo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini