KPU Sulut Beber Sejumlah Temuan Bawaslu RI, Ointu: Sudah Langsung Ditindaklanjuti


Penulis: Rikson Karundeng
Editor: Lefrando Gosal


ELEKTORAL.ID, Manado – Hasil temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), ditindaklanjuti  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Langkah untuk menuntaskan catatan ini tengah dipacu seluruh jajaran penyelenggara Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Bumi Nyiur Melambai.

“Tadi kami mengundang teman-teman di 15 KPU kabupaten/kota Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, bersama seluruh Ketua KPU kabupaten/kota. Kami ingin berkoordinasi soal temuan Bawaslu RI,” kata Lanny Ointu, Kadiv Perencanaan dan Data KPU Sulut, usai memberikan materi di workshop dalam rangka desiminasi dan uji publik rancangan keputusan Pedoman Teknis Kampanye dan Dana Kampanye, serta rapat koordinasi (Rakor) Teknis Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2020, di Hotel Grand Kawanua, Manado, baru-baru ini.

“Bawaslu RI sudah menurunkan data detail, by name, by address, terkait temuan hasil coklit (pencocokan dan penelitian) yang dilaksanakan teman-teman PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih). Ini kami koordinasikan mengenai data-data tersebut dan akan langsung ditindaklanjuti oleh teman-teman PPS (Panitia Pemungutan Suara). Tentu berkoordinasi dengan teman-teman Panwascam yang ada,” jelas Ointu.

Menurutnya, data Bawaslu RI tersebut mengungkapkan sejumlah persoalan yang jadi temuan di lapangan.

“Dari beberapa masukan yang ada, hasil dari temuan-temuan teman-teman Bawaslu, data-data tersebut rata-rata sudah dicoklit oleh teman-teman PPDP namun atas kesepakatan bersama pemilik rumah tidak mau ditempeli stiker. Itu yang pertama, karena temuan Bawaslu rata-rata tidak ada stikernya,” ungkap Ointu.

“Kedua, hasil temuan teman-teman KPU kabupaten/kota yang sudah menindaklanjuti sampai hari ini adalah mereka yang punya rumah sudah berpindah. Ketiga, isi orang di rumah itu bukan lagi memiliki KTP setempat. Otomatis tidak bisa lagi ditempeli stiker karena bukan lagi pemilik rumah sesuai dengan data kependudukan yang ada,” paparnya.

Disebutkan, data temuan Bawaslu RI di wilayah Sulawesi Utara berjumlah 282.

“Kalau data dari Bawaslu RI, sesuai rakor kita hanya 282. Itu yang diberikan kepada kami, by name, by address, untuk 15 kabupaten/kota. Dan memang itu sementara kami tindaklanjuti. Yang tidak ditempeli stiker, kemudian pemilih yang tidak bisa didatangi ketika masa coklit,” tuturnya.

Ointu memastikan, jika masih ada data temuan Bawaslu, tetap akan ditindaklanjuti oleh KPU.

“Selama masih ada temuan Bawaslu tetap kami tindaklanjuti, karena proses DPHP (Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran) ini masih berjalan. Jadi kami tetap masih bisa menindaklanjuti semua temuan yang ada oleh Bawaslu. Namun itu tadi yang kami tegaskan, harus ada data by name, by address, karena persoalan data ini memang harus detail,” tandasnya.

Diakui, masih ada lagi sejumlah hal yang akan dikoordinasikan KPU Sulut dengan jajaran KPU kabupaten/kota.

“Masih banyak lagi yang akan kami koordinasikan dengan teman-teman. Karena ini masih sementara berjalan, kami hanya menindaklanjuti dulu data dari Bawaslu RI yang sudah disampaikan kepada kami,” kunci Ointu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini