Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Pemerasan Terancam 20 Tahun Penjara

Elektoral.id, Jakarta – Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara dan menetapkan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian SYL.

“Gelar perkara kami lakukan Rabu tanggal 22 November 2023 pukul 19.00 sampai dengan pukul 23.00, di mana berdasarkan fakta-fakta penyidikan, dengan hasil ditemukan bukti yang cukup untuk menetapkan sdr Firli Bahuri selaku Ketua KPK RI sebagai tersangka,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Kamis 23 November 2023 dini hari.

Ade menjelaskan bukti-bukti yang didapat atas dugaan tindak pidana korupsi jenderal bintang tiga itu berupa pemerasan atau penerimaan gratifikasi atau penerimaan hadiah.

“Atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2023,” ujarnya.

Penyidik menjerat Firlu dengan Pasal 12e atau Pasal 12B atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 KUHP pada sekira tahun 2020 sampai dengan 2023.

Ade menegaskan dalam pasal tersebut Firli diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya. Selain itu, memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Sebagaimana yang dimaksud ayat 1, dipidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” tambah Ade. (Imo)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini