Hadiri Prosesi Pemakaman di Bulawan Dua, Bupati Sachrul Ucapkan Duka Cita Mendalam

Penulis : Rinto Lakoro


ELEKTORAL.ID, Tutuyan – Ungkapan duka cita yang mendalam terucap dari Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si.

Ucapan belasungkawa itu disampaikan bupati saat menghadiri prosesi pemakaman Almarhum Asri Imango di Desa Bulawan Dua, Kecamatan Kotabunan, Minggu (9/7/2023).

“Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian om Asri. Om Asri adalah orang yang sudah lama saya kenal bahkan seperti keluarga, maka saya sangat sedih berada disini,” ucap bupati.

“Jam sepuluh saya mendengar kabar bahwa hari ini almarhum dipanggil oleh Allah Swt, dipanggil oleh pemilik semesta bahwa sesungguhnya batas hidup dan mati. Untuk semua yang hadir dan termasuk saya yang berdiri di sini, suatu saat akan dibaringkan di sini dan akan menyusul suatu saat nanti. Rahasia Allah entah siapa yang akan duluan dibaringkan diusung dengan keranda dibawah ke pemakaman,” sambungnya.

Bupati menyebut bahwa takdir manusia dilahirkan dan mati, tidak ada satupun yang bisa lari sedetikpun ketika Allah sudah panggil. Kematian yang sangat didambakan oleh setiap umat manusia kata bupati, meninggal Ketika hendak berwudhu, ingin salat subuh, itu surga jaminannya.

“Saya bersumpah saya bersaksi Insyaallah, Allah menjamin om Asri. Almarhum terakhir meninggal pada saat mengambil air wudhu untuk salat subuh. Ada satu yang ingin saya sampaikan kepada bapak-ibu semua para pelayat duka. Cukup penting saya sampaikan untuk kita semua bahwa bukan pangkat dan jabatan atau harta yang kita bawa, tapi budi baik dan amal ibadah dari orang tersebut. Salat kemudian tanpa amal baik juga akan sia-sia. Melakukan hal-hal bermanfaat tanpa salat juga akan sia-sia keduanya ini harus berjalan seiring-sejalan ketika melakukan hal yang baik, salat dan meminta kepada Allah Swt,” ungkap bupati.

“Perintah dari Allah salatlah sebelum kau disalatkan. Dulu saya takut dengan kematian, tapi sekarang tidak lagi karena saya percaya suatu saat nanti Allah akan mengambil setiap nyawa manusia, tanpa kita sadari kullu nafsin dzaiqotul maut itu adalah Early warning system (sistem peringatan dini), bahwa dia akan terjadi tinggal menunggu kapan,” tutur Sachrul.

Bupati yang juga Majelis Pelindung Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Boltim ini berpesan kepada seluruh pelayat agar memperbaiki langkah, hati, silaturahmi, serta lisan.

“Perbaiki langkah kita, perbaiki hati kita, perbaiki silahturahmi kita, perbaiki ucapan kita. Tidak saling menyakiti, tidak saling melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah,” kata bupati.

“Hari ini saya sebagai adik dari om Asri bukan sebagai bupati berdiri di sini, tapi saya sebagai adik almarhum mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tuntasnya. (RL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini