BPAN Sukses Gelar Sekolah Kesetaraan Gender

Penulis: Hendro Karundeng
Editor: Happy Christian


ELEKTORAL.ID, Airmadidi – Dalam rangka menyuarakan ‘Gender Equality dan Equity’ (Kesetaraan Gender), Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), berkolaborasi dengan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), gelar Sekolah Kesetaraan Gender dengan tajuk ‘Tou Peleng Masuat, Mapute Waya’ yang bermakna ‘Semua Sama, Sederajat’.

Menurut Febry Sumual, Pemuda Adat Minahasa yang juga salah satu penanggung jawab acara, Minahasa jadi contoh dan acuan tentang kesetaraan gender dari segi historis.

“Sebagai bentuk eksekusi dan bentuk jawaban praktis atas situasi tersebut, BPAN mengadakan ‘Sekolah Kesetaraan Gender Pemuda dan Perempuan Adat Penghayat di Minahasa’. Pemilihan lokasi penyelenggaraan Sekolah Kesetaraan Gender di Minahasa adalah karena secara historis Minahasa dikenal sebagai salah satu wilayah adat di Nusantara yang menjunjung tinggi keberadaan perempuan, baik dalam politik, sosial budaya,” jelas Sumual yang juga salah satu penggiat budaya di Minahasa, Sabtu (15/07/2023).

Kegiatan ini digelar dengan beberapa tujuan. Pertama, terwujudnya kesadaran kesetaraan gender dalam internal BPAN; pemuda dan perempuan adat penghayat serta masyarakat adat Minahasa secara umum.

Kedua, meningkatkan potensi, kapasitas serta keterlibatan perempuan adat penghayat dalam posisi kepemimpinan di internal BPAN, hingga ke posisi-posisi strategis di wilayah publik.

Ketiga, menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) komitmen dan program strategis bersama mitra strategis yang merujuk pada inklusivitas gender dalam kegiatan masyarakat adat dan dalam lingkup kepercayaan penghayat di Minahasa.

Kegiatan yang digelar di Taman Gora, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (15/07/2023), dimulai sekitar pukul 10:00 Wita, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars AMAN dan Mars BPAN. Setelah itu kegiatan disusul dengan pembawaan materi secara bergantian. Dengan narasumber dari beragam komunitas dan organisasi masyarakat, di antaranya: Tonaas Rinto Taroreh (Pelestari Budaya, Pemimpin Spiritual Malesung), yang menyampaikan pentingnya adat dan tradisi Minahasa dalam kesetaraan gender. Kharisma Kurama, S.H. (Ketua BPH AMAN Sulut), berbicara mengenai alasan dan tujuan pemuda dalam konteks kesadaran akan kesetaraan gender. Dr. Denni Pinontoan (Peneliti Budaya), menjelaskan tentang kesetaraan gender dalam sudut pandang masyarakat Minahasa. Riane Elean, S.Th., M.Si. (Sosiolog dan Aktivis Perempuan), membahas mengenai perbedaan dari Equality dan Equity. Alus Pinontoan (Perempuan Penghayat Malesung), yang menceritakan pengalaman hidupnya sebagai seorang perempuan penghayat budaya. Nedine H. Sulu (Wakil Ketua Dewan AMAN Nasional 2017-2022, Trainer Specialist Gender AMAN), yang bercerita tentang perjuangan para perempuan dalam memperjuangkan hak mereka.

Kegiatan ditutup dengan upacara adat yang diadakan di Pancuran 9, salah satu situs budaya wilayah adat Tonsea, tepatnya di desa Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, sekitar pukul 19:00 Wita.

Terpantau juga kegiatan dihadiri oleh Ratna Yulisri mewakili Direktorat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA) Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), BPAN Pengurus Daerah (PD) Tomohon, BPAN PD Tonsea, BPAN PD Minahasa Selatan (Minsel), BPAN Pengurus Kampung (PKAM) Minanga, BPAN PKAM Ampreng, BPAN PKAM Kanonang, Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Lalang Rondor Malesung (Laroma), Tonaas Indry Lengkong, Supit Karundeng (Penggiat dan Pelestari budaya).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini